Posted in Ibu Profesional

Ibu-ibu Belajar Foto-foto? Seru, Lho!

Belajar, belajar, belajar. Itulah resolusi saya di tahun ini. Dan resolusi ini tentu sejalan dengan komunitas Ibu Profesional Batam yang selalu memfasilitasi anggotanya untuk belajar. Tahun ini diawali dengan belajar cekrak-cekrek, alias belajar foto. 

Biasanya kalau soal foto-foto, ibu-ibu ngga perlu diajarin, apalagi kalau foto aksi lucu si bocah-bocah, udah mahir banget deh! Tapi kali ini beda, bukan foto-foto aksi lucu anak-anak, melainkan memfoto makanan. Yap, acara Ibu Profesional Batam yang digelar hari Minggu, 21 Januari 2018 kemarin diisi dengan Workshop Basic Photography, khususnya Food Photography. Mengundang Mbak Yayuk Wulan sebagai narasumber, workshop ini pun diikuti ibu-ibu dengan penuh antusias. Anak-anak juga ngga mau kalah sama emak-emaknya. Ikutan antusias. Ngga percaya? Lihat aja nih.

Belajar foto

Belajar foto

(dibalik foto makanan enak, ada fotografer yang semangat)

Belajar foto

Sebelum mempraktikkan langsung, Mbak Yayuk memaparkan beberapa aspek penting dalam food photography, yaitu konsep, lighting, styling, komposisi, dan angel. Semua aspek ini menentukan hasil foto yang diambil, yang tentu saja dapat membuat siapa saja ngiler dan ga sabar icip-icip.

Tak kalah penting juga adalah pengaturan kamera. Dalam workshop ini digunakan kamera smartphone. Untuk kamera smartphone, pengambilan gambar baiknya dengan angel bird eye view atau flatlay. Yaitu mengambil gambar dari atas objek. Seperti contoh di bawah ini yang saya jepret sendiri. (maafkan hasil foto amatiran ini)

Belajar foto

Nah, seru kan? Setelah workshop ini, ibu-ibu mungkin akan lebih semangat memotret hasil masakan di rumah dengan teknik yang tepat.

Selain workshop, hari Minggu kemarin juga diisi dengan tausiah oleh ustadzah Afifatun Nisa, Lc. Kemudian dilanjutkan dengan acara bersejarah bagi komunitas Ibu Profesional Batam, yaitu peresmian Rumah Belajar Ibu Profesional Batam. Ada enam rumbel yang di-launching: Quran Learning Center, Rumbel Menulis, Rumbel Craft, Rumbel Menjahit, Rumbel Bisnis, dan Rumbel Memasak.

Alhamdulillah, acara workshop dan launching rumbel ini pun berjalan lancar, seru, heboh, dan ceria. Tak lupa juga diiringi doa dan harapan agar komunitas Ibu Profesional Batam dapat selalu menjadi wadah para ibu untuk dapat belajar, belajar, dan belajar menjadi lebih baik dalam mengemban amanah sebagai ibu, istri, dan individu. Aamiin.

Advertisements
Posted in Arisan Tulisan, Miscellaneous

Hobi yang Tertinggal

Mari flashback ke masa lampau. Jauh sebelum ada Thole, sebelum menikah. Kala itu, ada sebuah hobi yang saya tekuni dengan hati senang dan badan pegal, yaitu sepedaan.

Sejak kecil saya senang sekali main sepeda. Di usia kira-kira enam atau tujuh tahun, saya telah lancar mengendarai sepeda roda dua ukuran dewasa. Saya dan teman-teman geng sekitar rumah sering main sepeda bareng, terutama sore hari. Tak jarang saya bergantian boncengan dengan teman-teman. Ah, menyenangkan sekali. Menikmati angin sore, bermain, sekaligus olahraga. Bagus untuk kesehatan, itulah yang saya sukai dari hobi ini.

Beranjak dewasa, kira-kira saat SMA, saya mulai jarang main sepeda, karena mulai merasa malu. Entah kenapa saat itu main sepeda terkesan hanya untuk anak-anak. Teman-teman saya pun tak ada lagi yang sepedaan. Saya hanya menggunakan sepeda untuk ke rumah teman, atau muter-muter saat suntuk.

Nah, titik balik terjadi ketika saya di bangku kuliah. Tren sepedaan kembali subur di kalangan anak-anak sampai dewasa. Saya pun bergabung dengan KosKas (Komunitas Sepeda Kaskus). Kegiatan sepedaan jadi makin menyenangkan karena ramai, banyak teman. Dari sana, saya mulai terbiasa bersepeda jarak jauh. Kegiatan kami biasanya di weekend. Kumpul di dekat FX, kemudian bersepeda ramai-ramai. Beberapa tempat yang pernah saya kunjungi bersama KosKas diantaranya acara Palang Pintu di Kemang, funbike ke Ancol, dan makan-makan di dekat Harmoni. Yang paling berkesan adalah fun bike ke Ancol. Itu adalah rekor terjauh saya sepedaan, Bintaro – Ancol. Pulangnya nebeng mobil sampai Blok M, dan lanjut sepedaan ke rumah. Tepar seketika.

Namun waktu berjalan, meninggalkan puncak kejayaan sepedaan. Saya pun harus pindah ke Sukabumi untuk bekerja, dan sepedaan kembali ditinggalkan. Di Sukabumi tetap sepedaan, sesekali, dan hanya jarak dekat.

Sekarang, sepeda yang dulu biasa saya pakai pun telah dijual. Saya pun sudah pindah ke Batam. Tak ada lagi sepeda. Ah, jadi rindu juga. Rindu mengayuh dibanjiri peluh, menyapa angin yang berlalu, terik pun tetap dilaju. Kapan ya sepedaan lagi? 🙂

Posted in Ibu Profesional

Gara-gara Ikutan Rumbel Menulis

Gara-gara ikutan rumbel…

Blog mati suri, jadi hidup lagi

Gara-gara ikutan rumbel…

Ada ide ditulis, tak ada ide pun tetap menulis

Gara-gara ikutan rumbel…

Banyak teman cerita, walaupun jarang tatap muka

Gara-gara ikutan rumbel…

Kubeli domain TLD (ups!)

Rumbel

Yap, Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Batam telah membuat warna tersendiri dalam kegiatan tulis-menulis saya. Memang benar kata-kata yang pernah saya dengar, “carilah teman untuk menguatkan”, maka saya pun mencari teman yang sama-sama ingin menulis. Dan di Rumbel inilah saya menemukannya.

Tak tanggung-tanggung, teman-teman di rumbel ini kece-kece banget. Ada bu ketua yang banyak ide, ada yang produktif kalinulisnya, ada yang jadi hobi masak (lho?), ada yang selalu semangat arisan, dan ada yang siap bikin ketawa, dan banyaakk lagi.

Alhamdulillah, masyaallah..

Semoga rumbel ini selalu bisa menjadi wadah saling support antar anggotanya dalam tulis-menulis dan kebaikan lainnya. Aamiin..

Posted in Arisan Tulisan

Yang Tersisa dari Liburan

Ada yang belum move on dari nuansa liburan. Ya, saya.

Liburan

Sebulan lebih ngumpul dengan keluarga dan teman-teman di Jakarta, ditambah lagi ortu sempat ikut ke sini dan nginep seminggu, membuat hati ini makin susaahh move on dari liburan. Yang tersisa justru keinginan untuk balik ke Jakarta lagi dan lagi..haha..

Tapi tentu saja ini harus dilawan. Liburan baru berkesan setelah sibuk bekerja. Sekarang saatnya kembali ‘bekerja’. Kembali main-main dengan si bocah lucu, kembali masak, kembali beberes, dan lain-lain. Alhamdulillah, pekerjaan ini sebenarnya menyenangkan (kecuali memasak!), dan yang lebih menyenangkan lagi adalah kembali berkumpul dengan suami.

Selain itu, supaya makin enjoy dan cepat move on, saya juga jadi sering nenangga, alias main ke rumah tetangga. Karena teman ngobrol adalah faktor penting untuk move on. Thole pun senang karena ada teman main dan ngga bosen di rumah aja..hehe..

Posted in Miscellaneous

Ternyata Liburan Itu Enak!

“Ternyata Liburan Itu Enak!” And this is how we know it.

Bulan Desember kemarin, demi memuaskan hasrat ingin liburan ke tempat yang adem namun tidak ramai, saya pun mengajak suami jalan-jalan ke Sukabumi. Tepatnya mengunjungi kakak saya. Kenapa? Karena di sana adeem, dan pemandangannya bagus, serta tidak perlu keluar biaya menginap alias bisi iriitt..hahaha..

Jadilah Kamis lalu kami bertolak dari Jakarta sekitar pukul 7 pagi. Kemudian sarapan di rest area tol Jagorawi dan melanjutkan perjalanan dengan santai. Pukul 11 kurang sedikit kami baru tiba di tujuan. Wusshh.. Hawa sejuk langsung menyapa.. Ahh.. Segar.. Biasa tinggal di dekat pelabuhan, sekarang di kaki gunung..

Lalu apa yang kami lakukan di sana? Tidak ada! Ya, hanya seperti silaturahim keluarga pada umumnya (mostly makan-makan..hehe..) Maklum saja, ini liburan dadakan, bukan ke tempat wisata pula.

Tapi kami cukup senang dengan suasana yang berbeda dan pemandangan yang hijau..

Liburan itu enak

Liburan itu enak

Meski hanya menginap semalam, saya dan suami langsung berkesimpulan bahwa “liburan itu enak!” haha.. Saya pun langsung mengajukan ide liburan selanjutnya pada suami, “ke Bintan yuk!”. Dan walaupun kami sebenarnya bukan keluarga yang gemar jalan-jalan namun semoga bisa terwujud dalam waktu dekat untuk liburan lagi.