Posted in Ibu Profesional

Komunikasi yang Tak Sekedar Ngobrol

Kalau dibilang “jalin komunikasi” atau “jaga komunikasi dengan pasangan” maka yang terpikir oleh saya adalah ngobrol. Sering-sering ngobrol. Namun ternyata, komunikasi harusnya tak sekedar ngobrol.

Komunikasi Produktif adalah materi pertama di kelas Bunda Sayang IIP. Membaca materi tentunya mudah, memahaminya agak lebih menantang, dan mempraktikkannya menjadi sebuah tantangan besar. Terlebih bagi saya yang seringkali mengikutkan emosi ketika ngobrol.

Selama sepuluh hari mencoba menerapkan teori Komunikasi Produktif, saya menyadari betapa emosi memang sebaiknya tak diumbar. Menyampaikan pesan secara baik-baik dan efektif justru lebih bisa menjamin hasil yang positif.

Selain itu, saya pun mulai tercerahkan mengenai “bahasa cinta”. Jangan-jangan selama ini perbedaan bahasa ini lah yang menjadi sebab seringnya emosi terpancing. Kini saya akan berusaha mengamati untuk mencari tahu bahasa cinta suami dan saya sendiri. Karena komunikasi tak hanya sekedar ngobrol.

Advertisements

Author:

Anak, kakak, adik, istri, ibu, yang berusaha untuk tak berputus asa. "And if you would count the graces of Allah, never could you be able to count them." -Q.S. Ibrahim 14:34-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s